September 24, 2008

4 Dorongan Hidup

Sebenarnya apa sih yang mendorong orang untuk melakukan sesuatu ? Pastinya sudah menjadi hukum alam yang telah disetting oleh Allah bahwa orang hidup pasti akan melakukan “aktivitas kehidupan”. Tinggal sekarang aktivitas kehidupan yang bagaimana yang dilakukan seseorang dalam keseharian, ketika memenuhi tuntutan perut yang minta segera diisi, saat tubuh membutuhkan pelindung, sewaktu menghadapi bahaya, sampai ketika syahwat serasa sudah menggunung ingin dimuntahkan.

Menurut Paul Lawrence & Nitin Nohria dalam bukunya “Driven: How human natur shapes our choices”, terdapat empat hal yang mendorong manusia untuk melakukan sesuatu yaitu :
To acquire : dorongan untuk memperoleh sesuatu, berupa benda ataupun suatu pengalaman sehingga dapat memperbaiki status seseorang terhadap orang lain.
To bond : dorongan untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan dan saling berkomitmen dan berlangsung dalam waktu yang lama
To learn : dorongan untuk dapat memahami dan mempelajari dunia dan diri sendiri
To defend : dorongan untuk mempertahankan segala hal yang dimilikinya dari kerusakan baik oleh alam maupun makhluk hidup lainnya, seperti cinta, benda-benda dan kepercayaan.

Setidaknya empat hal tersebutlah menurut Lawrence & Nohria yang mendorong manusia sekarang menjalani kehidupannya.

Bila ke-empat hal tersebut dipunyai seseorang secara berlebihan, hal ini tentulah akan berakibat pada lingkungannya baik sosial maupun alam. Seseorang yang mempunyai semangat begitu besar dan cenderung berlebihan dalam hal memperoleh harta benda misalnya, maka akan cenderung menghalalkan segala cara guna mewujudkan keinginannya tersebut. Korupsi, kebohongan, penindasan dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam memenuhi ”nafsu” memiliki tersebut. Tidak ada lagi batas antara mana haknya dan mana hak orang lain. Yang ada adalah bila dia ingin sesuatu maka segalanya harus terpenuhi, tidak peduli cara apa yang ditempuh.

Begitupun yang terjadi bila keinginan manusia dalam learn begitu besar tanpa diimbangi dengan rasa cinta kepada alam sebagai sesama ciptaan Allah, maka kerusakan alam bisa jadi akan merupakan akibat dari dorongan tersebut. Memang sekarang dengan kemajuan iptek yang luar biasa, hidup manusia menjadi semakin ”mudah”. Namun adakalanya dengan atas nama mengangkat harkat martabat manusia, justru iptek malah membuat manusia menjadi tidak beradab lagi.

Sama halnya pada dorongan mempertahankan diri. Penerapan dorongan ini bila salah maka akan berakibat pada perkelahian, peperangan dan segala pengrusakan. Irak merasa harus mempertahankan diri dari serangan imperialis Amerika, sementara Amerika beraalsan serupa. Akhirnya perang terjadi dan korbannya adalah ribuan jiwa manusia dan hancurnya alam.

Banyak lagi hal-hal terjadi akibat dari dorongan manusia dalam menjalani hidup yang salah. Coba tengok sejarah hitam manusia yang katanya beradab pada Perang Salib, Perang Dunia, pembantaian manusia di Palestina, kerusakan alam yang parah dan lain lain.

Maka rujukan yang utama sebenarnya sederhana seperti diingatkan dalam Qur’an bahwa Allah menciptakan manusia hanyalah untuk beribadah kepada-Nya. Manusia memang diciptakan oleh Allah bersuku-suku, bergolongan, tapi semua sama di Mata-Nya, dan yang terutama adalah yang beriman dan beramal sholeh sesuai dengan Petunjuk-Nya.

Based On: Prabu

0 Comments:

Poskan Komentar